Minggu, 12 Desember 2010

13 alasan Shalat khusu


13 Alasan Agar Sholat Lebih Khusuk

Dari banyak ibadah kita kepada Allah SWT, ada satu ibadah yang merupakan kunci dari seluruh ibadah dan amal yang lain dimana kalau kita berhasil melakukannya maka akan terbuka ibadah atau amal yang lain. Kunci dari segala ibadah adalah sholat.
“Amal yang pertama kali ditanyai Allah pada seorang hamba di hari kiamat nanti adalah sholat. Bila sholatnya dapat diterima, maka akan diterima seluruh amalnya, dan bila sholatnya ditolak, akan tertolah seluruh amalnya.”
 Pada kenyataannya, bagaimana amalan sholat kita pada umumnya? Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:
“Akan datang satu masa atas manusia, mereka melakukan sholat namun pada hakikatnya mereka tidak sholat.”
Banyak dari kita menganggap bahwa sholat adalah suatu perintah bukan suatu kebutuhan. Jadi sholat sering dianggap suatu beban dan hanya bersifat menggugurkan kewajiban. Betapa sering kita rasanya malas untuk sholat, sholat sambil memikirkan pekerjaan, sholat secepat kilat tanpa tumakninah, mengakhirkan waktu sholat atau bahkan lupa berapa rakaat yang telah dilakukan.
Padahal kunci amal ibadah kita adalah sholat. Jadi, kita bisa memasang strategi dalam hidup dengan memperbaiki sholat kita terlebih dahulu sehingga amalan yang lain akan mengikuti. Dan hal ini butuh suatu kesungguhan untuk mencapainya. Tahap awal untuk mencapai kekhusukan sholat adalah mengetahui kegunaan bagi diri kita apabila kita dapat melakukan sholat dengan khusuk. Berikut adalah 13 alasan mengapa kita perlu khusuk dalam sholat:
1. Mendapatkan keberuntungan yang besar, yaitu masuk dalam surga firdaus. Hal ini tersebut dalam QS. Al Mukminun 2 dan 11:
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 Artinya
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,

11. (ya'ni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

2. Solusi terhadap permasalahan kita.
وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’” (QS. Al Baqarah 45)

Bila ada problema hidup maka sholatlah, bila ada keiinginan sholatlah, bila akan marah sholatlah. Maka ketika akan bertemu dua kekuatan utama pada perang Badar, Rosululloh SAW sholat dan bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan kemenangan dalam perang.

3. Mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS. Al Ankabut 45)
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Karena sholat khusuk hanya bisa dilaksanakan dengan menghadirkan perasaan dekatnya Allah SWT, maka bila akan berbuat maksiyat akan ingat akan Allah SWT.

4. Melembutkan hati. Terkadang hati kita menjadi keras karena kesibukan dalam bekerja atau menghadapi masalah kehidupan. Dengan sholat yang khusuk, hati menjadi lebih lunak karena kita seringnya kita berserah diri dan merendah dihadapan Allah SWT.

5. Memupuk kesabaran. Dengan sholat yang dilaksanakan dengan tumakninah, maka diperlukan waktu beberapa saat untuk sholat; tidak dengan tergesa-gesa. Hal ini akan memupuk rasa kesabaran kita.

6. Menghapuskan dosa. Didalam suatu hadits disebutkan bahwa dosa-dosa kecil kita akan dihapus diantara sholat 5 waktu. Tentu saja hal ini bila kita menghayati bacaan didalam duduk diantara dua sujud rabbighfirli dan wa’fu’anni.

7. Menyembuhkan penyakit. Prof. M. Sholeh dari Universitas Airlangga Surabaya telah meneliti bahwa sholat malam bisa meningkatkan imunitas tubuh kita. halat bisa mencegah naik turunnya hormon kortisol yang berperan sebagai indikator stres. Sedangkan stres merupakan salah satu faktor utama pemicu penyakit, termasuk kanker. Yang sederhana saja, bila kita sedang pening atau sakit gigi maka sholatlah dengan khusuk maka rasa sakit tersebut akan hilang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada pendapat bahwa sholat juga merupakan sarana terbaik untuk bermeditasi.

8. Menunggu-nunggu waktu sholat. Karena sholat adalah kesempatan untuk bermunajat, berdialog dan mencurahkan hati ke Yang Maha Kuasa, maka waktu sholat akan selalu ditunggu. Pekerjaan rumah, rapat atau aktifitas lain akan diberhentikan 10-15 menit sebelum waktu sholat sehingga memberi kesempatan untuk sholat berjamaah di masjid. Perasaan untuk menunggu waktu sholat adalah seperti seorang perjaka yang menunggu waktu untuk bertemu yang dicinta.

9. Mempersiapkan sholat dengan sebaiknya. Karena kita merasa akan bertemu dengan Yang Maha Agung, maka pakaian akan diperhatikan seperti baju koko, kopyah dan sarung digunakan yang bersih. Tidak lupa minyak wangi juga dipakai agar harum ketika bertemu dengan Yang Maha Pencipta.

10. Menangis dalam sholat. Kesejukan dalam sholat akan membawa hati untuk bersyukur dan mohon ampun kepada Allah SWT. Tidak terasa air mata akan mengalir bahkan ketika sholat Dhuhur di masjid kantor.

11. Merasa sedih ketika sholat akan selesai. Tertanam rasa ingin berlama-lama dengan Yang Maha Pengasih. Ketika tasyahud akhir rasanya tidak ingin menyelesaikan sholat.

12. Merasakan nikmatnya sholat di masjid. Akan terasa suasana sholat di masjid lebih indah dibandingkan sholat di rumah. Sehingga, keinginan untuk sholat berjamaah di masjid akan selalu ada. Maka tidak heran ketika sahabat Umar ra menjual kebunnya dikarenakan terlupa sholat jamaah di masjid karena sibuk mengurus kebunnnya.

13. Tetap khusuk dalam berzikir. Terkadang dzikir yang kita lantunkan setelah sholat fardhu hanya mengalir sebatas di mulut saja tanpa penghayatan dalam hati kita. Setelah sholat dengan khusuk, maka kekhusukan tersebut akan berlanjut hingga kita berdzikir. 
Allahumma a’inni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika. Ya Allah, bantulah aku dalam mengingatMu dan dan bersyukur kepadaMu dan perbaiki ibadahku.
 Wallahu a’lam bish showab

Senin, 29 November 2010

Bangun dari Keterpurukan


Hidup adalah suatu teka teki, tak ada seorang pun yang bisa menebak semuanya. Terkadang kita bisa bahagia tapi diwaktu itu juga kita bisa merasakan kesedihan yang luar biasa. Pada dasarnya semua sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa. dari jodoh, rejeki sampai kematian pun juga sudah tertuliskan di sana. kita jangan cepat menyerah, semangat dan ikhlas bekerja keras adalah kuncinya. Hidup di dunia ini sangatlah simpel, jika kita ingin maju maka kita harus selalu semangat berusaha, menganggap kegagalan adalah suatu awal dari kesuksesan kita. jangan takut berusaha, kita jalani dulu apa yang harus kita lakukan demi diri kita sendiri dan demi keluarga kita.
semangat semangat semangat dan semangat.....
disaat kita sedih, ... pasti hati kita sakit, bila kita memiliki iman yang kuat maka bisa mengatasi semua hal-hal yang membuat kita sedih. Kehidupan manusia tidak selamanya bahagia. Manusia tidak terlepas  dari yang namanya kesedihan, kesusahan, kesempitan dan berbagai macam  musibah yang menimpa hati. Kondisi yang seperti ini menimpa seluruh  manusia, kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah.
Dan setiap manusia memiliki cara tersendiri untuk mengobati penyakit  tersebut. Dan tidak jarang cara-cara tersebut hanya bisa menghilangkan  kesedihan sementara, lalu setelah itu justru mendatangkan kesengsaraan  yang bertambah parah. Maka kita dapatkan kebanyakan mereka menghilangkan  kesedihan dengan minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, merokok  mendatangi dukun, mendengarkan musik dan lain-lain yang jelas-jelas  diharamkan oleh Allah. oleh sebab itu bukanlah ketenangan dan kelapangan  hati yang mereka dapatkan tetapi justru kesempitan dan kesengsaraanlah  yang mereka rasakan, karena mereka telah jauh dari tuntunan Islam.  Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya  baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada  hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. Thaha: 124).
Adapun kita kaum Muslimin, maka kita memiliki cara tersendiri untuk  menghilangkan penyakit tersebut, tentunya dengan obat-obat yang telah  diberikan oleh Allah dan RasulNya.

Obat yang pertama adalah kita meyakini bahwa kesedihan dan kesusahan  yang menimpa kita, sudah ditaqdirkan oleh Allah, maka ketika kita  menyadari hal tersebut akan tenanglah hati kita dan lapanglah dada kita.
Kemudian obat berikutnya adalah do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah  dalam menghadapi kesedihan. Ini sebagaimana yang diriwayatkan dari  sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi Shallallahu  ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidaklah seorang hamba tertimpa kesusahan dan kesedihan kemudian dia  berdo’a, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hamba  laki-lakiMu, dan anak hamba perempuanMu, ubun-ubunku di tanganMu,  berlaku kepadaku hukumMu, adil atasku QadhaMu (keputusanMu), aku meminta  kepadaMu dengan seluruh nama-namaMu (yaitu) yang Engkau namakan diri  Engkau dengan nama tersebut, atau yang Engkau turunkan di kitabMu, atau  yang Engkau ajarkan kepada kepada salah satu hambaMu, supaya Engkau  menjadikan al-Qur’an penyiram hatiku, cahaya dadaku, pengusir  kesedihanku, penghilang kecemasan dan kegelisahan, kecuali Allah akan  menghilangkan kesusahannya dan menggantinya dengan kesenangan.”
prinsip saya sebagai penulis ''anggaplah cobaan itu sebagai tanda perhatian sang Maha Pencipta Alam Semsta yaitu Allah SWT'' hidup hanya untuknya dan selalu meminta ridho dari Nya