Hidup adalah suatu teka teki, tak ada seorang pun yang bisa menebak semuanya. Terkadang kita bisa bahagia tapi diwaktu itu juga kita bisa merasakan kesedihan yang luar biasa. Pada dasarnya semua sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa. dari jodoh, rejeki sampai kematian pun juga sudah tertuliskan di sana. kita jangan cepat menyerah, semangat dan ikhlas bekerja keras adalah kuncinya. Hidup di dunia ini sangatlah simpel, jika kita ingin maju maka kita harus selalu semangat berusaha, menganggap kegagalan adalah suatu awal dari kesuksesan kita. jangan takut berusaha, kita jalani dulu apa yang harus kita lakukan demi diri kita sendiri dan demi keluarga kita.
semangat semangat semangat dan semangat.....
disaat kita sedih, ... pasti hati kita sakit, bila kita memiliki iman yang kuat maka bisa mengatasi semua hal-hal yang membuat kita sedih. Kehidupan manusia tidak selamanya bahagia. Manusia tidak terlepas dari yang namanya kesedihan, kesusahan, kesempitan dan berbagai macam musibah yang menimpa hati. Kondisi yang seperti ini menimpa seluruh manusia, kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah.
Dan setiap manusia memiliki cara tersendiri untuk mengobati penyakit tersebut. Dan tidak jarang cara-cara tersebut hanya bisa menghilangkan kesedihan sementara, lalu setelah itu justru mendatangkan kesengsaraan yang bertambah parah. Maka kita dapatkan kebanyakan mereka menghilangkan kesedihan dengan minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, merokok mendatangi dukun, mendengarkan musik dan lain-lain yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah. oleh sebab itu bukanlah ketenangan dan kelapangan hati yang mereka dapatkan tetapi justru kesempitan dan kesengsaraanlah yang mereka rasakan, karena mereka telah jauh dari tuntunan Islam. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. Thaha: 124).
Adapun kita kaum Muslimin, maka kita memiliki cara tersendiri untuk menghilangkan penyakit tersebut, tentunya dengan obat-obat yang telah diberikan oleh Allah dan RasulNya.
Obat yang pertama adalah kita meyakini bahwa kesedihan dan kesusahan yang menimpa kita, sudah ditaqdirkan oleh Allah, maka ketika kita menyadari hal tersebut akan tenanglah hati kita dan lapanglah dada kita.
Kemudian obat berikutnya adalah do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam menghadapi kesedihan. Ini sebagaimana yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidaklah seorang hamba tertimpa kesusahan dan kesedihan kemudian dia berdo’a, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hamba laki-lakiMu, dan anak hamba perempuanMu, ubun-ubunku di tanganMu, berlaku kepadaku hukumMu, adil atasku QadhaMu (keputusanMu), aku meminta kepadaMu dengan seluruh nama-namaMu (yaitu) yang Engkau namakan diri Engkau dengan nama tersebut, atau yang Engkau turunkan di kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada kepada salah satu hambaMu, supaya Engkau menjadikan al-Qur’an penyiram hatiku, cahaya dadaku, pengusir kesedihanku, penghilang kecemasan dan kegelisahan, kecuali Allah akan menghilangkan kesusahannya dan menggantinya dengan kesenangan.”
prinsip saya sebagai penulis ''anggaplah cobaan itu sebagai tanda perhatian sang Maha Pencipta Alam Semsta yaitu Allah SWT'' hidup hanya untuknya dan selalu meminta ridho dari Nya
tuuurrriiinnnggg........
BalasHapuskring kring
BalasHapuskepriwe ekost...?? bagaimana dengan blogku?? kasih komentar... wkwkwk
BalasHapus