Senin, 29 November 2010

Bangun dari Keterpurukan


Hidup adalah suatu teka teki, tak ada seorang pun yang bisa menebak semuanya. Terkadang kita bisa bahagia tapi diwaktu itu juga kita bisa merasakan kesedihan yang luar biasa. Pada dasarnya semua sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa. dari jodoh, rejeki sampai kematian pun juga sudah tertuliskan di sana. kita jangan cepat menyerah, semangat dan ikhlas bekerja keras adalah kuncinya. Hidup di dunia ini sangatlah simpel, jika kita ingin maju maka kita harus selalu semangat berusaha, menganggap kegagalan adalah suatu awal dari kesuksesan kita. jangan takut berusaha, kita jalani dulu apa yang harus kita lakukan demi diri kita sendiri dan demi keluarga kita.
semangat semangat semangat dan semangat.....
disaat kita sedih, ... pasti hati kita sakit, bila kita memiliki iman yang kuat maka bisa mengatasi semua hal-hal yang membuat kita sedih. Kehidupan manusia tidak selamanya bahagia. Manusia tidak terlepas  dari yang namanya kesedihan, kesusahan, kesempitan dan berbagai macam  musibah yang menimpa hati. Kondisi yang seperti ini menimpa seluruh  manusia, kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah.
Dan setiap manusia memiliki cara tersendiri untuk mengobati penyakit  tersebut. Dan tidak jarang cara-cara tersebut hanya bisa menghilangkan  kesedihan sementara, lalu setelah itu justru mendatangkan kesengsaraan  yang bertambah parah. Maka kita dapatkan kebanyakan mereka menghilangkan  kesedihan dengan minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, merokok  mendatangi dukun, mendengarkan musik dan lain-lain yang jelas-jelas  diharamkan oleh Allah. oleh sebab itu bukanlah ketenangan dan kelapangan  hati yang mereka dapatkan tetapi justru kesempitan dan kesengsaraanlah  yang mereka rasakan, karena mereka telah jauh dari tuntunan Islam.  Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya  baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada  hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. Thaha: 124).
Adapun kita kaum Muslimin, maka kita memiliki cara tersendiri untuk  menghilangkan penyakit tersebut, tentunya dengan obat-obat yang telah  diberikan oleh Allah dan RasulNya.

Obat yang pertama adalah kita meyakini bahwa kesedihan dan kesusahan  yang menimpa kita, sudah ditaqdirkan oleh Allah, maka ketika kita  menyadari hal tersebut akan tenanglah hati kita dan lapanglah dada kita.
Kemudian obat berikutnya adalah do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah  dalam menghadapi kesedihan. Ini sebagaimana yang diriwayatkan dari  sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi Shallallahu  ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidaklah seorang hamba tertimpa kesusahan dan kesedihan kemudian dia  berdo’a, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hamba  laki-lakiMu, dan anak hamba perempuanMu, ubun-ubunku di tanganMu,  berlaku kepadaku hukumMu, adil atasku QadhaMu (keputusanMu), aku meminta  kepadaMu dengan seluruh nama-namaMu (yaitu) yang Engkau namakan diri  Engkau dengan nama tersebut, atau yang Engkau turunkan di kitabMu, atau  yang Engkau ajarkan kepada kepada salah satu hambaMu, supaya Engkau  menjadikan al-Qur’an penyiram hatiku, cahaya dadaku, pengusir  kesedihanku, penghilang kecemasan dan kegelisahan, kecuali Allah akan  menghilangkan kesusahannya dan menggantinya dengan kesenangan.”
prinsip saya sebagai penulis ''anggaplah cobaan itu sebagai tanda perhatian sang Maha Pencipta Alam Semsta yaitu Allah SWT'' hidup hanya untuknya dan selalu meminta ridho dari Nya

3 komentar: